STADIUM GENERAL STAI SAMBAS

DSC_1976

STADIUM GENERAL

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Kemaren Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Muhammad Syafiuddin kembali mengadakan Stadium General Tahun Akademik 2013/2014 yaitu jatuh pada hari Senin, tanggal 23 September 2013 bertempat di Aula Kantor Bupati Sambas. Peserta yang menghadiri cukup ramai baik dari mahasiswa baru maupun mahasiswa semester atas serta para dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.

Grand Thema Stadium General ini adalah “Pendidikan Karakter Bagi Guru atau calon Guru dalam Mewujudkan Anak Bangsa yang Berkarakter”.Keynote Speaker dalam stadium general kali ini adalah Bapak Prof. Dr. Maswardi M. Amin, M.Pd (Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Kepulauan Riau) dan Bapak Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid (Ketua MABM Kabupaten Sambas)

Bapak Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid mengatakan bahwa terdapat persoalan-persoalan  karakter anak Sambas karena sudah terbawa arus Globalisasi dan salah satunya cara untuk mengurangi persoalan tersebut dengan pendidikan. “ Untuk itu, STAI Sambas yang telah dibangun adalah guna membangun karakter-karakter Sambas menjadi lebih baik seperti dahulu Sambas disebut sebagai Serambi Mekah. Selain itu, untuk meringankan kemiskinan dan memudahkan anak Sambas melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi”, ungkap beliau panjang lebar ketika menyampaikan materi kepribadian dan karakter orang Sambas

“Jadilah guru teladan untuk peserta didik dengan kesabaran dan niat ikhlas untuk keberkahan ilmu demi tumbuh dan tercapainya karakter dan kepribadian yang baik. Selain itu, keteladan untuk anak sangat diperlukan di rumah dan penanaman nilai-nilai budi pekerti di mulai sejak dalam kandungan”,ungkap Bapak Prof. Dr. Maswardi M. Amin, M.Pd  selaku Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. “Cintailah guru, tidak sombong dan sopan santun, serta cinta akan ilmu pengetahuan. Gali pengalaman-pengalaman untuk mendapatkan ilmu”, ujar beliau menambahkan

Di akhir acara, moderator menyimpulkan bahwa untuk membangun sebuah karakter harus ada strategi yaitu melalui keteladanan dan pembiasaan, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal. Dengan penerapan karakter tersebut akan mengurangi perubahan-perubahan akibat arus Globalisasi.

291 total views, 1 views today

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>