Yayasan Malaya Sumatera Selatan Dukungan Seminar Ulama Melayu Nusantara Fakultas Ushuluddin dan Peradaban

Malaya 2

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mendapat Dukungan dari Pengurus Pusat Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) Sumatera Selatan.

Seminar Ulama Melayu Nusantara yang diusung Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Peradaban IAIS Sambas dengan Tema “Pengaruh pemikiran maharaja imam muhammad basiuni imran dalam gerakan modernisme dunia islam” mendapat respon positif dari berbagai pihak.

Tidak tanggung-tanggug, kali ini di dukung oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) yang berada di Kota Palembang Sumatera Selatan.

Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) adalah salah satu yayasan yang konsen dalam melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian adat, budaya dan kearifan lokal nusantara umumnya dan melayu khususnya sebagai bagian dari kekayaan khasanah nusantara.

Yayasan Malaya yang berdiri sejak 10 Maret 2015 silam ini didukung oleh tim yang solid dan praktisi yang berpengalaman dari berbagai bidang keahlian, disamping beberapa pihak telah menjadi mitra kerjasamanya dengan spesifikasi kajian, diantaranya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dalam kajian Sosial dan Kebudayaan, Galeri Nasional Jakarta, Universitas Sriwijaya Palembang, Kesultanan Palembang dan lain sebagainya ungkap Husni Tamrin, S.H., M. Hum selaku ketua Pengurus Pusat.

Beberapa event telah dilaksanakan oleh Yayasan Malaya baik tingkat lokal maupun internasional yang mengusung tentang Dunia Melayu baik dari segi kearifan lokal hingga intelektualitas dunia Melayu, pada 2015 yang lalu umpamanya Yayasan Malaya melaksanakan Seminar Internasional dengan tema “Budaya Melayu dan Akar Tradisi Nusantara” yang dihadiri oleh para ahli. Untuk melihat berbagai aktifitas mengenai Yayasan Malaya dapat dikunjuni di alamat http://www.malaya.or.id/.

Kajian ulama yang diusung oleh BEM Fakultas Ushuluddin dan Peradaban IAIS Sambas menurut Husni Tamrin sudah saatnya mengambil posisi yang sangat strategis, berada pada barisan terdepan, mengingat bahwa daerah Sambas merupakan penyumbang besar dalam gerakan pembaharuan Islam melalui Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran, di samping Syekh Ahmad Khatib Sambas yang pengaruhnya diseluruh dunia Islam, murid-muridnya juga terdapat di Palembang.

Di tempat terpisah, Wilandra sebagai ketua panitia menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari berbagai pihak.

Sebelumnya panitia juga telah melakukan penjajakan kepada pihak-pihak terkait guna mensukseskan kegiatan ini, diantaranya kepada Tokoh Melayu Sambas sekaligus Bupati Sambas periode 2001-2011 Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid, Ketua MABM Kab. Sambas H. Subhan Nur.

Seminar Ulama Melayu Nusantara ini rencananya akan dijadikan agenda tahunan dengan demikian kegiatan ini akan terus kita laksanakan pada tahun-tahun berikutnya, sebagai permulaan seminar ini akan dihadiri oleh peneliti yang berasal dari Malaysia, tepatnya Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah Malaysia, Khazanah Fathoniyyah Malaysia, Dosen IAIN Pontianak dan dosen IAIS Sambas.

Fokusnya pada PENGARUH PEMIKIRAN MAHARAJA IMAM MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM GERAKAN MODERNISME DUNIA ISLAM, yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 Mei 2017 nanti.

bisa diakses di: http://pontianak.tribunnews.com/2017/05/07/bem-fakultas-ushuluddin-dan-iais-sambas-gelarseminar-ulama-melayu-nusantara

156 total views, 1 views today

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>