GUNA MEMPERERAT HUBUNGAN YANG TELAH TERJALIN, UITM SARAWAK MELAKUKAN LAWATAN MUHIBBAH KE IAIS SAMBAS

 

IMG_20180215_141018

Kamis, 15 Februari 2018 kemarin Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas menerima kunjungan atau lawatan muhibbah dari Universitas Teknologi MARA (UiTM) Sarawak Malaysia di aula utama IAIS Sambas. Rombongan tersebut terdiri dari 12 orang yang dipimpin langsung oleh rektor UiTM Sarawak Malaysia Prof. Dato Dr Jamil Haji Hamali.

Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat hubungan yang telah terjalin guna mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. Rombongan tersebut disambut langsung oleh Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si. MH selaku rektorIMG_20180215_141933-001 IAIS Sambas beserta para dosen. Kunjungan yang dilakukan merupakan kunjungan untuk pertama kalinya di IAIS Sambas dan diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik yang telah lama terjalin dan juga merupakan bentuk kerjasama antara kedua belah pihak.

Sebelum acara dimulai rombongan UiTM dan seluruh tamu undangan persilakan untuk menikmati makanan yang telah disediakan, salah satu makanan khas Sambas juga dihadirkan yaitu bubur pedas, mereka sangat menikmati makananIMG_20180215_142351-001IMG_20180215_142437-001 yang disuguhkan.

“Bubur pedas dan kopinya oke”, ujar salah satu rombongan UiTM mengomentari makanan tersebut.

Usai menikmati makanan yIMG_20180215_150522-001ang disuguhkan, dilanjutkan dengan sambutan dari rektor IAIS Sambas, dimana beliau sangat mengapresiasi niat baik dari UiTM Sarawak untuk melakukan kerjasama dalam hal penelitian.

“Kita terima dengan senang hati yang merupakan kunjungan pertama dan nampaknya langsung action untuk melakukan penelitian terkait budaya Melayu khususnya dan Islam pada umumnya, karena Sambas telah melahirkan pemuka agama terkenal di dunia, yaitu Ahmad Khatib Sambas dan Muhammad Basuni Imran, selain itu kita juga mengharapkan dapat bekerjasama dalam hal penelitian-penelitian ilmiah lainnya”. Ungkap Dr. H. Jamiat Akadol.

Sementara itu, rektor UiTM Sarawak Malaysia Prof. Dato Dr Jamil Haji Hamali mengungkapkan bahwa banyak yang dapat dibuat kerjasama. “Berdasarkan apa yang disampaikan Rektor IAIS, saya rasa banyak yang dapat dibuat kerjasama. Terutama dalam maklumat perkembangan Islam di Borneo, karena kita telah ada pusat perkembangan Islam di Borneo, dan saya telah membawa kawan membuat kajian ini untuk melihat dan memastikan data”. Ungkap Prof. Dato Dr Jamil Haji Hamali.

Dalam sebuah wawancara, rektor UiTM juga mengungkapkan bahwa beliau sangat tertarik ingin melakukan penyelidikan dan pertukaran pelajar. “Kita tertarik ingin melakukan penyelidikan dan pertukaran pelajar, kita mau pelajar dari IAIS datang ke Sarawak, kalau tidak satu semester mungkin satu minggu atau dua minggu untuk melihat keadaan di IAIS Sambas maupun keadaan di UiTM Sarawak. Kita juga akan hantarkan pelajar kita ke Sambas seperti yang kita buat untuk industri-industri lain, untuk mengaitkan antara Islam yang ada di Sambas dengan Islam Sarawak termasuk etnis yang ada di Sarawak dan juga dapat memastikan Islam yang berada di Sambas itu berasal dari mana, dari arab, cina ataupun kesan-kesan dari walisongo agar anak muda kedepannya dapat mengenali sejarah Islam tersebut”. Katanya. Rektor UiTM juga mengatakan pihaknya juga telah membuat konferensi dari Islam yang ada di kalimantan, yakni Indonesia, Brunei dan Malaysia. Namun hal tersebut masih perlu di koordinasikan lebih lanjut untuk memastikan kerjasama apa yang akan dilakukan antara pihak IAIS Sambas dan UiTM Sarawak Malaysia. “ Jangan sampai kita buat MoU tapi tidak ada aktivitas sehingga kita tidak tau apa yang akan dilakukan kedepannya”. Ungkap rektor UiTM Sarawak.

Diakhir acara, pihak IAIS Sambas dan UiTM Sarawak melakukan penandatangan MoU dan penyerahan cendera mata.

Screenshot_20180226-192848 IMG_20180215_154037-001 IMG_20180215_154011-001Pihak IAIS akan secepatnya menindaklanjuti kerjasama tersebut, baik itu dalam bidang penelitian maupun pertukaran dosen dan mahasiswa agar untuk kedepannya diharapkan IAIS Sambas semakin berkembang dan hal tersebut sangat mungkin terealisasi. Meskipun demikian pihak IAIS tidak terburu-buru, namun lebih melihat perkembangan yang akan terjadi antara kedua belah pihak tersebut.

 

 

 

135 total views, 1 views today

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>