STAI Al-Haudl Ketapang Lakukan Studi Banding ke IAIS Sambas

Senin, 26 Februari 2018 IAIS Sambas menerima kunjungan dari STAI Al-Haudl Ketapang dalam rangka studi banding  dengan jumlah tim yaitu enam orang yang terdiri dari pembantu ketua bidang akademik, pembantu ketua bidang keuangan dan umum yaitu wakil ketua dan sekretaris, kajur tarbiyah, dosen dan kasubbag akademik. Rombongan tersebut disambut lansung oleh Rektor IAIS Sambas Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si. MH dan juga para dosen.

IMG_20180226_110053

Rektor IAIS Sambas dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2006 Sekolah Tinggi Agama Islam Sambas (STAIS) diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Jurusan yang mendapat izin operasional tersebut adalah Jurusan Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Kemudian pada tahun 2010 STIT berubah status menjadi STAI dengan izin operasional dan dengan konsekuensi perlu penambahan program studi, yaitu program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Ilmu Qur’an dan Tafsir, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Usai sambutan dari Rektor IAIS Sambas dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengembang Jurusan dan Program Studi STAI Al-Haudl Ketapang Dr. Ucup Supriatna M,Pd, dimana beliau berharap dapat melakukan kerjasama dengan pihak IAIS Sambas demi mewujudkan rencana pengembangan program studi dan jurusan STAI Al-Haudl Ketapang. Dikarenakan pihak STAI Al-Haudl Ketapang menganggap IAIS Sambas telah berhasil mengembangkan program studi dan jurusan. Dr. Ucup Supriatna M,Pd mengatakan bahwa untuk saat ini STAI Al-Haudl Ketapang masih mempunyai dua program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), namun sampai saat ini program studi Komunikasi Penyiaran Islam tidak aktif lagi, dikarenakan kurangnya minat mahasiswa untuk memilih program studi tersebut. Oleh karena itu pihak STAI Al-Haudl Ketapang bermaksud untuk melakukan kerjasama dan studi banding dengan IAIS Sambas.

Kepala Biro AUAK IAIS Sambas Oskar Hutagaluh, M.Si juga menjelaskan bahwa tahun 2014 dilakukan pengajuan perubahan bentuk STAI menjadi IAIS Sambas, dimana pada saat itu STAI telah memiliki lima program studi yaitu 4 program sarjana dan satu program diploma. Syarat untuk alih status menjadi IAIS Sambas harus mempunyai 6 program studi, untuk itu dilakukan pengajuan 4  program studi dengan asumsi 2 prioritas (PGMI dan PGRA yang sekarang menjadi PIAUD), dan proposal pendamping yaitu Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Pengajuan 4 program studi tersebut diterima dan sekaligus perubahan bentuk STAI menjadi IAIS Sambas. Tahun 2015 diadakan program 50 Doktor dan akan selesai pada tahun 2020. Tahun 2016 diajukan 2 program studi magister yaitu Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah, pengajuan tersebut terealisasi pada tahun 2018 yang merupakan perguruan tinggi swasta pertama dalam kajian Islam untuk program studi magister di Kalimantan. 2 program magister tersebut terdiri dari beberapa konsentrasi yaitu:

S2 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah:

  • Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam
  • Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam
  • Konsentrasi Pai Madrasah Ibtidaiyah
  • Konsentrasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

 

S2 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam:

  • Konsentrasi Pembangunan Islam
  • Konsentrasi Manajemen Bisnis Syariah
  • Konsentrasi Akuntansi Syariah
  • Konsentrasi Keuangan Perbankan Syariah
  • Konsentrasi Manjemen Zakat Wakaf
  • Konsentrasi Manajemen Haji Umroh
  • Konsntrasi Pariwisata Syariah dan Manajemen Halal

 

Setelah penjelasan dari Kepala Biro AUAK Oskar Hutagaluh, M.Si kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penandatanganan MoU dan penyerahan kenang-kenangan kepada pihak STAI Al-Haudl Ketapang, terakhir dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

IMG_20180226_110529IMG_20180226_110554IMG_20180226_110620IMG_20180226_110418IMG_20180226_110746

 

 

 

 

 

 

Pihak IAIS Sambas dan pihak STAI Al-Haudl Ketapang berharap dapat bekerjasama dengan baik dalam bidang yang di inginkan demi mengembangkan pusat studi perguruan tinggi.

355 total views, 1 views today

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *