IAI SAMBAS JALIN KERJASAMA DENGAN LPPOM-MUI TERKAIT KAJIAN HALAL DAN SEKALIGUS SOSIALISASI PRODUK HALAL

IMG_20180730_104311

Senin tanggal 30 Juli Agustus kemarin, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAI) Sambas jalin kerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (LPPOM-MUI) di Sekretariat LPPOM-MUI Kal-Bar komplek Masjid Raya Mujahiddin Pontianak, terkait kajian halal perguruan tinggi IAI Sambas dan sekaligus sosialisasi produk halal.

Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Rektor IAI Sambas Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si., MH, Dekan Fakultas Syariah Munadi, S.E.I., M.S.I, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Dr. Sumar’in, S.E.I., M.S.I, Dekan program studi Magister Ekonomi Syariah Dr. Alkadri, S.Ag., M.Ag, Ketua Pusat Studi Halal Syarifah Hasanah, S.Pd.I., M.S.I, Ketua program studi Strata Satu Ekonomi Syariah Iwan Kusnadi, SE., ME dan Ketua program studi strata satu Hukum Ekonomi Syariah Zarul Arifin, M.S.I serta Direktur LPPOM MUI Kalimantan Barat, Dr. M Agus Wibowo, M.Si, Dewan Pembina LPPOM-MUI Kalimantan Barat KH. Bachit Nawawir dan Sekretaris umum MUI Kalimantan Barat Dr. Zulkifli Abdillah.

IMG_20180730_104137Menurut Rektor IAI Sambas Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si., MH, persoalan produk halal sudah menjadi sorotan bagi negara lain, salah satunya yaitu Malaysia dan Brunai. Untuk itu, IAI Sambas melakukan kerjasama dengan LPPOM-MUI Kal-Bar. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, IAI Sambas dapat melakukan upaya mengatasi problematika kehalalan suatu produk dan sekaligus bentuk dari sosialisasi produk halal. Hal ini sejalan dengan Visi IAI Sambas sebagai Pusat Kajian Islam dan Tamaddun Melayu di wilayah ASEAN. Dimana untuk mewujudkan hal tersebut, IAI Sambas membuka Pusat Studi Halal, Konsentrasi Manajemen Halal pada program studi S2 Ekonomi Syariah dan juga mata kuliah Manajemen Halal pada beberapa program studi di IAIS Sambas.  Untuk kedepannya, diperlukan sebuah pilot project terkait produk halal di Kabupaten Sambas.

IMG_20180730_102953Direktur LPPOM-MUI Kal-Bar Dr. M Agus Wibowo, M.Si sangat mengapresiasi kerjasama tersebut, Beliau mengatakan bahwa kerjasama ini sangat bagus dan memang patut dilakukan. Selain itu, persoalan halal sudah menjadi problem umat manusia secara keseluruhan dan bukan merupakan persoalan umat islam saja, banyak produk yang sudah beredar tetapi tidak mempunyai sertifikasi dan label halal sehingga produk tersebut diragukan kehalalannya.  Menurut Dr. M Agus Wibowo, LPPOM-MUI sudah ada sejak tahun 1989 dan berusaha untuk mengatasi problematika kehalalan suatu produk yang dihadapi pada saat itu hingga sekarang.  Selain itu, jaminan tentang produk halal terdapat pada UU nomor 33 tentang jaminan Produk Halal.

IMG_20180730_105159Menurut Dr.Zulkifli Abdillah sebagai Sekretaris Umum Kal-Bar, perlu adanya pembuatan kawasan halal dan sertifikasi halal di daerah khususnya di Kabupaten Sambas yang akan dibantu oleh LPPOM-MUI dan oleh MUI itu sendiri. Selain itu, MUI mempunyai peran sebagai pelayan umat dengan hadirnya LPPOM-MUI yang merupakan lembaga otonom di bawah MUI dengan peran memberikan pelayanan kepada masyarakat berkaitan dengan perlindungan terhadap jaminan produk halal yang dikonsumsi oleh masayarakat. LPPOM juga berperan dalam melindungi pengusaha kecil menengah yang ingin mendapat sertifikat halal, melalui kerjasama ini diharapkan LPPOM-MUI bersama IAI Sambas dapat mempercepat proses sertifikasi halal di Kabupaten Sambas. Kedepannya, MUI dan LPPOM-MUI Kal-Bar akan membuat suatu program penelitian/survei terkait kehalalan suatu produk dikarenakan banyak produk yang berlabel halal tetapi belum tentu dari LPPOM dan tidak mempunyai sertifikasi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat tentang sertifikasi halal.

89 total views, 3 views today

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *